Mengapa Telapak Tangan Kita Bergaris-garis?


Jika diperhatikan, telapak tangan kita memiliki bentuk kulit berbeda dibanding kulit yang ada di punggung tangan. Bahkan, secara keseluruhan, kulit telapak tangan kita berbeda dengan jenis kulit lain di tubuh kita. Jika telapak kaki memiliki kulit tebal serta liat karena fungsinya lebih banyak digunakan untuk menapak, telapak tangan memiliki kulit yang relatif tipis, dan bisa dibilang sama pada semua jenis ras manusia.

Berbeda dengan kulit di bagian tubuh lain yang bisa bervariasi di antara ras yang berbeda, kulit di telapak tangan memiliki bentuk dan warna yang sama. Orang yang berkulit hitam, kuning, putih, atau sawo matang, memiliki jenis dan warna telapak tangan yang sama atau hampir sama. Selain itu, kulit telapak tangan juga tidak dapat berubah—misalnya karena pengaruh paparan sinar matahari sebagaimana kulit bagian tubuh lain.

Selain hal-hal di atas, telapak tangan kita juga memiliki garis-garis. Garis-garis itu terdapat pada bagian telapak hingga pada masing-masing jari. Garis-garis itu bukan tidak punya fungsi. Sebaliknya, garis-garis pada telapak tangan memiliki fungsi penting, yaitu untuk memperkuat cengkeraman. Karenanya, fungsi garis-garis pada telapak tangan kita tak jauh beda dengan grip atau kembang pada ban kendaraan.

Karena adanya garis-garis di telapak tangan itulah, kita bisa memegang gelas beling yang licin dengan mantap. Tanpa adanya garis-garis tersebut, kita akan kesulitan memegang benda-benda, khususnya yang licin.

Hmm... ada yang mau menambahkan?



Artikel Terkait Biologi

3 komentar:

  1. Dan samasekali tidak ada hubungannya dengan ramalan atau omongkosong lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu lebih terkait pada kepercayaan individu, sih. Ada yang mempercayai bahwa garis tangan bisa meramalkan nasib, bahkan kesehatan.

      Hapus